Jawa Timur,"Laskar News, Sebuah pemandangan yang menyayat hati sekaligus menampar wajah pemerintah terjadi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur hari ini, Senin (29/6/2026).
Ratusan peternak rakyat yang sudah berada di ambang kebangkrutan massal turun ke jalan. Saking frustrasinya, mereka nekat membagi-bagikan telur hasil panen mereka secara GRATIS kepada warga!
Di balik aksi bagi-bagi telur ini, ada tangisan dan jeritan ekonomi yang luar biasa pedih. Isbandi, seorang peternak asal Bojonegoro, membongkar realita pahit bahwa harga telur di tingkat peternak kini terjun bebas menyentuh Rp16.000/kg (padahal normalnya Rp22.000 - Rp24.000).
Bayangkan saja, untuk skala peternakan kecil rumahan yang merawat sekitar 1.500 ekor ayam, mereka harus menanggung kerugian hingga Rp400 ribu lebih setiap harinya! Harga jual hancur lebur, sementara harga pakan terus meroket gila-gilaan tak terkendali.
Ketua Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN), Nur Muhammad Ali, membongkar biang kerok dari hancurnya harga ini: Dominasi dan Monopoli Perusahaan Raksasa! Perusahaan-perusahaan berskala masif membanjiri pasar dan membuat pasokan tidak terkendali. Akibatnya, peternak kecil yang bermodal pas-pasan harus kalah telak tergilas kapitalisme. Pungkas Nya.
Kami Sebagai Awak Media juga termasuk penjual dan pengiriman partai ,semisal nya ngirim telor di pasar pasar dan pertokoan yg banyak itu kalau posisi harga turun itu langsung banting harga tidak dengan cara menurunkan harga tidak dengan cara bertahap Mungkin Solusi ini yang ingin saya sampaikan kepada semua Peguyuban Peternak dan Masyarakat dari mana pun berada Terutama kepada yang Terhormat Ketua Dewan ,Mungkin Untuk Pengirim dan penjual telor Husus nya Partai besar ata u partai kecil husus nya
seperti Pengecer. Ujar Nya.Harga Telor Hancur Lebur, Ratusan Peternak Bagi bagi telor Gratis di DPRD Jawa Timur"dari pada mati di Cekik Perusahan Raksasa.
Jawa Timur,"Laskar News, Sebuah pemandangan yang menyayat hati sekaligus menampar wajah pemerintah terjadi di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Timur hari ini, Senin (29/6/2026).
Ratusan peternak rakyat yang sudah berada di ambang kebangkrutan massal turun ke jalan. Saking frustrasinya, mereka nekat membagi-bagikan telur hasil panen mereka secara GRATIS kepada warga!
Di balik aksi bagi-bagi telur ini, ada tangisan dan jeritan ekonomi yang luar biasa pedih. Isbandi, seorang peternak asal Bojonegoro, membongkar realita pahit bahwa harga telur di tingkat peternak kini terjun bebas menyentuh Rp16.000/kg (padahal normalnya Rp22.000 - Rp24.000).
Bayangkan saja, untuk skala peternakan kecil rumahan yang merawat sekitar 1.500 ekor ayam, mereka harus menanggung kerugian hingga Rp400 ribu lebih setiap harinya! Harga jual hancur lebur, sementara harga pakan terus meroket gila-gilaan tak terkendali.
Ketua Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN), Nur Muhammad Ali, membongkar biang kerok dari hancurnya harga ini: Dominasi dan Monopoli Perusahaan Raksasa! Perusahaan-perusahaan berskala masif membanjiri pasar dan membuat pasokan tidak terkendali. Akibatnya, peternak kecil yang bermodal pas-pasan harus kalah telak tergilas kapitalisme. Pungkas Nya.
Kami Sebagai Awak Media juga termasuk penjual dan pengiriman partai ,semisal nya ngirim telor di pasar pasar dan pertokoan yg banyak itu kalau posisi harga turun itu langsung banting harga tidak dengan cara menurunkan harga tidak dengan cara bertahap Mungkin Solusi ini yang ingin saya sampaikan kepada semua Peguyuban Peternak dan Masyarakat dari mana pun berada Terutama kepada yang Terhormat Ketua Dewan ,Mungkin Untuk Pengirim dan penjual telor Husus nya Partai besar ata u partai kecil husus nya
seperti Pengecer. Ujar Nya.
(H.Rofid).
#fyp #telur #jawatimur #surabaya #indonesia
#fyp #telur #jawatimur #surabaya #indonesia
