Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kisah David Caileba, Chef Perancis Bagi-bagi Takjil di Bandung

| Februari 22, 2026 | 0 Views Last Updated 2026-02-22T18:48:59Z


Bandung - Laskar News, Menjelang azdan maghrib pada hari ketiga Ramadhan 1447 Hijriah, arus lalu lintas di Jalan Perintis, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Sabtu (21/02/2026), melambat.

Sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki berhenti sejenak di depan sebuah tenda putih.

Aroma gorengan hangat pun menyeruak dari wajan besar yang tak henti mengepul. Di balik kompor, seorang pria dengan mengenakan seragam koki tampak sibuk mengaduk adonan dan menggoreng bala-bala. 

Dialah David Caileba (55), pria berkebangsaan Perancis yang memeluk Islam sejak 2007.

Sore itu, David tak hanya memasak.
Ia juga membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas. Beberapa pemuda setempat ikut membantu membagikan makanan dan minuman untuk berbuka.

Puasa ramadhan tahun ini menjadi pertama kalinya ia menggelar aksi berbagi takjil.

"Ini hari ketiga, rencana 10 hari. Lima hari di sini, nanti kami ke Cafe Penka 1967, Jalan Laswi, Kota Bandung," kata David saat ditemui awak media di lokasi. 

 • Pengalaman Sendiri •

David bercerita, keinginannya berbagi muncul karena pernah merasakan sendiri menerima takjil gratis saat Ramadhan. 

"Saya pernah merasakan dan antre mendapatkan takjil gratis. Sekarang saya mau kasih kepada warga yang berpuasa karena saya dengar kasih satu buah kurma saja akan diganti berkali lipat pahala oleh Allah SWT," ucapnya.

Baginya, berbagi takjil bukan sekadar memberi makanan, tetapi berbagi kebaikan kepada orang yang sedang menjalankan ibadah puasa. Selain itu, aksi ini menjadi jalan meraup pahala untuk dirinya, keluarga, sahabat, dan orangtuanya. 

"Jadi kebaikan itu untuk saya, keluarga saya, sahabat dan orangtua saya," tutur David.

Menu yang dibagikan hari ini cukup sederhana, yakni gorengan bala-bala tetapi dengan sayuran yang diperbanyak. Tak hanya itu, di paket takjil juga ada kurma dan air putih untuk berbuka. 

"Setiap hari ada 200 paket takjil yang dibagikan," ucap mantan koki eksekutif itu.

 • Dukungan dan Kata Warga • 

David menjelaskan, aksi berbagi takjil ini mendapat dukungan dari para donatur selain dari dana pribadinya.

Ia berharap kegiatan ini bisa menginspirasi orang lain untuk melakukan hal serupa. 

"Harapannya aksi berbagi ini jadi inspirasi orang lain, juga membuat kita teguh dan kuat pada keimanan. Ini juga meringankan orang yang sedang berpuasa untuk berbuka," katanya.

Di tempat yang sama, salah seorang warga, Yeni Nuraeni (48), mengaku terkejut melihat seorang warga asing memasak sekaligus membagikan takjil. 

"Baru pertama kali bule masak. Apalagi bagi-bagi takjil. Lagi lewat ada yang berbagi takjil," ucapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut bisa menular kepada warga lain. 

"Semoga ini menjadi inspirasi orang lain ikut berbagi takjil juga seperti orang bule ini," ucap Yeni.


(M. Ali)
×
Berita Terbaru Update