Surabaya - Laskar News, Polisi telah mengamankan paman dan bibi yang menganiaya keponakannya, seorang balita berusia 4 tahun bernama KRN di Lakarsantri, Surabaya.
Keduanya berdalih mereka menganiaya KRN karena balita itu nakal dan sulit diatur.
Hal itu seperti disampaikan Kasat PPA dan TPPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari.
Dia mengatakan bahwa berdasarkan pengakuan tersangka, kenakalan balita itu menjadi penyebab mereka melakukan penganiayaan.
"Sementara pengakuan tersangka karena anak tersebut nakal dan sulit diatur," kata Melati saat dikonfirmasi awak media, Minggu (15/2/2026).
Namun, Melati tak menjelaskan lebih spesifik bagaimanan kenakalan yang dilakukan KRN yang membuat paman dan bibinya kesal hingga menganiaya korban. Menurutnya, pendalaman masih dilakukan.
"Masih didalami motifnya," ujarnya.
Melati menegaskan, akibat ulah tersangka balita itu menderita sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Paman dan bibi korban juga tega memangkas rambut korban hingga botak sebagian.
Sebelumnya, KRN mengalami penyiksaan oleh paman dan bibinya di sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya. Korban diduga disiksa oleh paman dan bibinya sendiri selama 2 bulan.
Peristiwa ini terungkap Senin 9 Februari 2026 sekitar pukul 14.00 WIB. Korban yang terkunci di kamar kos berteriak meminta tolong kepada tetangganya.
Islaha, tetangga di samping kamar korban menceritakan momen saat dirinya mendengar suara kecil yang memanggilnya berkali-kali dari balik tembok.
"Ada suara, memanggil saya 'Mama Adik Rama' itu sampai beberapa kali. Pas saya datang ternyata dibalik pintu kos itu. Saya tanya kenapa KRN?" Kata Islaha kepada awak media di lokasi kejadian, Sabtu (14/02/2026).
Saat ditemukan, korban mengaku dalam kondisi lapar karena ditinggal oleh paman dan bibinya bekerja. Pintu kamar kos tersebut sengaja dikunci dari luar oleh kedua pelaku.
"Pas saya tanya, anak ini minta tolong untuk dibukakan pintu karena kelaparan sejak pagi belum makan. Saya gak tega sekali pak," tutur Islaha.
Karena pintu terkunci rapat, Islaha meminta bantuan warga, pengurus RT, hingga pihak kepolisian. Petugas akhirnya mengevakuasi KRN dengan cara merusak kawat teralis jendela.
Kondisi fisik korban saat dievakuasi sangat memprihatinkan dengan sejumlah luka di bagian wajah dan kepala.
"Korban diselamatkan dari jendela. Pas dievakuasi itu banyak luka di bagian wajah, terutama dagunya itu berdarah. Terus rambut atasnya itu agak sedikit botak," jelas Islaha.
(D. Sujoko)
