Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jagal dan Pedagang RPH Pegirian Gelar Demo di DPRD Surabaya, Ancam Mogok Panjang

| Januari 12, 2026 | 0 Views Last Updated 2026-01-12T09:23:43Z



Surabaya - Laskar News, Para Jagal dan pedagang Rumah Potong Hewan (RPH) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Senin 12-01-2026. Mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana relokasi aktivitas Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke wilayah Tambak Oso Wilangun.
Mereka menolak keras relokasi terhadap pedagang. Di RPH Pasar Pegirian, terdapat 35-50 pedagang dan penyuplai daging sapi ke pasar tradisional Surabaya.

Koordinator para jagal dan pedagang daging sapi se-Kota Surabaya Abdullah Mansyur menyebut dua tuntutan. 
"Pertama, menuntut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membatalkan rencana pemindahan RPH Pegirian ke Tambah Oso Wilangun".

"Kedua, saya meminta kepada Wali Kota Surabaya untuk mencabut surat edaran tentang pendaftaran, yang kemudian untuk mendaftar para jagal yang ada di Pegirian untuk dipindah ke Tambak Oso Wilangun," kata Abdullah kepada wartawan di depan gedung DPRD Surabaya, Senin 12-01-2026.

Abdullah menegaskan, massa aksi akan melakukan mogok kerja sampai tuntutan mereka dipenuhi. Jika masih tak memenuhi, massa bakal melakukan aksi demo besar-besaran.


"Tentunya mogok ini tidak hanya berhenti saat ini, kita akan pastikan sebulan, dua bulan, satu tahun pun kita akan lakukan aksi mogok. Supaya apa? Supaya memberikan alarm terhadap pemerintah kota, Gubernur Jawa Timur dan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait masalah stabilitas ekonomi," tegasnya.

Menurutnya, Pasar Arimbi dan para jagal Pegirian adalah penyuplai daging semua pasar-pasar tradisional se-Surabaya. Ia memastikan, bila mogok ini tetap berlanjut, maka akan ada beberapa ton daging yang tidak bisa diedarkan. Sehingga dapat mengganggu tentang stabilitas ekonomi secara nasional.

"Mulai dari hari ini kita pastikan tidak akan ada peredaran daging sapi se-Kota Surabaya. Ini menjadi alarm terhadap pemerintah kota, provinsi, dan secara nasional. Mogoknya sampai tuntutan kami dipenuhi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dan itu menyuplai berbagai macam mall, rumah sakit, UMKM, elemen-elemen yang terkait masalah daging di RPH Pegirian," ujarnya.

Ia menjelaskan alasan penolakan relokasi ini karena pedagang merasa tidak pernah dilibatkan dalam rencana pemindahan atau penentuan lokasi. Pedagang baru tahu setelah mendapat surat terkait tempat baru dan ternyata lokasinya sangat jauh.

"Yang kedua alasan kami adalah, kami akan pastikan akan ada sekitar ribuan orang yang akan menjadi pengangguran. Karena memang mereka sudah mengira-ngira akses, kemudian cost lalu kemudian biaya, mereka akan menjadi pengangguran karena mereka tidak mau lagi untuk bekerja di RPH itu sendiri," jelasnya.

"Ketiga tentu para Jagal dan para pedagang daging sapi sudah menghitung tentang biaya-biaya yang akan membengkak dengan RPH yang ada di Tambak Osowilangun," pungkasnya.

Sementara itu, para pedagang telah melakukan audiensi dengan perwakilan DPRD Kota Surabaya. Setelah audiensi, massa bergeser menuju Pemkot Surabaya.



(D. Sujoko)
×
Berita Terbaru Update