Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anak Anggota DPRD Surabaya Diduga Jadi Korban Kejahatan di Mal

| Agustus 06, 2024 | 0 Views Last Updated 2024-08-06T09:49:06Z


Surabaya - Laskarnews.com, Aksi kejahatan menimpa siswa kursus bahasa Inggris di Galaxy Mall Surabaya beberapa waktu lalu. Laporan keluarga korban yang mengeluhkan kehilangan telepon seluler atau handphone (HP) tidak tertangani dengan baik. Begitu pula ketika pihak korban meminta diperlihatkan rekaman CCTV sulit didapatkan.

”Ini luar biasa, ada kasus kehilangan di pusat perbelanjaan yang menimpa seorang anak, tidak tertangani dengan baik. CCTV yang diperlihatkan tidak utuh,” ujar Herlina Harsono Njoto, orang tua korban.

Perempuan yang juga anggota Komisi D DPRD Surabaya itu menyesalkan sikap pengelola yang dinilai kurang mendukung kampanye Surabaya sebagai Kota Ramah Anak.

”Bagaimana tidak, anak saya sampai trauma, bingung,” kata Herlina Harsono Njoto.

Sedikit soal kronologis, Herlina menyampaikan penuturan anaknya, saat jam istirahat menuju musalla untuk sholat, anaknya kehilangan HP yang ditaruh di dalam tas. Korban panik lantaran pihak security tidak bisa dimintai keterangan soal kejadian tersebut.

Menurut Herlina Harsono Njoto, tidak menutup kemungkinan kasus-kasus seperti itu tidak hanya menimpa anaknya. Namun juga anak-anak dan pengunjung yang lain. 

”Kebetulan tempat les kan lokasinya di mal tadi, jadi wajar kita tanya ke pihak mal soal kronologis dan lain sebagainya, mengingat masa belajar di tempat les masih lama, kita takut menimbulkan sikap trauma, soal kronologis nanti saat hearing,” tutur Herlina Harsono Njoto.

Dia sudah melapor ke Ketua Komisi D Khusnul Khotimah untuk mengundang pihak mal dan tentu pihak pemkot agar bisa diselesaikan pola pengamanan yang baik seperti apa. ”Bukan persoalan HP-nya, namun ini soal Surabaya yang katanya ramah anak, lah kalau seperti ini kan harus dibenahi,” ujar Herlina Harsono Njoto.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengatakan, CCTV menjadi salah satu item yang masuk dalam persyaratan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebuah gedung. Selain CCTV, banyak lagi persyaratan gedung apalagi gedung-gedung layanan publik untuk mendapatkan SLF.

”Khusus CCTV memang masih belum terintegrasi di masing-masing mal dengan pusat server di Kota Surabaya. Ke depan harus ada aturan CCTV mal-mal diintegrasikan dengan server milik pemkot dan kepolisian guna pengamanan maksimal,” papar Baktiono.

Baktiono menambahkan, pengelola mal harus kooperatif ketika dimintai rekaman CCTV terkait kasus kejahatan yang terjadi di lingkungannya. ”Saya yakin polisi juga berharap demikian, apalagi pemkot yang nyata-nyata ingin kota aman dan nyaman,” tutur Baktiono.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi mengatakan, APPBI adalah asosiasi profesi pengelola bukan pemilik mal. ”Jadi, kami tidak dapat memutuskan sesuatu yang mengikat seluruh anggota. Contohnya tentang koneksi CCTV ke tiap mal,” ucap Sutandi Purnomosidi.

Menurut dia, kehilangan barang adalah tanggung jawab masing-masing orang. Apalagi, di ruang seperti pusat perbelanjaan. Tindakan masing-masing pengelola akan sangat tergantung kebijaksanaan masing-masing.





Reporter : Mukarrom
Editor      : Eko SH
Sumber   : jawapos. Com
×
Berita Terbaru Update