Bangkalan (Laskarnews.com) - Aksi nekat anak jalanan (anjal) di Bangkalan yang menyetop truk terbuka berhasil digagalkan tim gabungan.
Buktinya, ada 46 anak yang terjaring razia. Puluhan anjal itu dikirim ke lingkungan pondok sosial (liponsos).
Plt Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Bangkalan Agus Haryono mengatakan, tim gabungan yang melakukan razia berasal dari lintas institusi.
Yakni, dari Polres Bangkalan dan satuan polisi pamong praja (satpol PP). ”Razia dilakukan selama dua hari,” katanya.
Menurut dia, anjal tersebut berasal dari Kota Surabaya. Sebanayak 46 anjal itu terdiri atas tujuh perempuan dan 39 laki-laki.
Keberadaannya membuat masyarakat resah karena nekat menyetop truk terbuka di jalan.
”Tujuan mereka ke Bangkalan sebenarnya hanya ingin mandi di Sungai Tonjung. Setelah itu, mereka pulang dengan cara menyetop truk menuju Surabaya,” tambahnya.
Saat dilakukan pendataan, lanjut dia, rata-rata mereka di bawah umur. Berkisar 8–11 tahun.
Titik kumpul anjal biasanya di lampu merah Tangkel, perempatan Morkepek, dan Jembatan Tanjung. ”Tadi malam langsung kami kirim ke Liponsos Keputih,” jelasnya.
Agus menyampaikan, anjal diserahkan ke liponsos untuk dibina secara intensif. Misalnya, diberi fasilitas latihan tenaga kerja. Harapannya, mereka tidak kembali meresahkan masyarakat.
”Kalau jumlah sedikit, kami karantina, lalu dikembalikan ke alamat asal. Tapi jika jumlahnya banyak, kami serahkan ke liponsos untuk dibina,” pungkasnya.
Reporter : Anwar
Editor : Eko SH
Sumber : radarmadura

