Surabaya - Laskar News, Berbagai macam upaya dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Surabaya untuk terus meningkatkan minat baca di Kota Pahlawan.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan budaya membaca yakni dengan membuat program Sudut Baca yang tersebar di seluruh Balai RW se-Kota Surabaya.
Program peningkatan literasi baca yang digalakkan oleh Pemkot Surabaya ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda, terutama kalangan pelajar.
Pada Jumat (8/3) kemarin, Sudut Baca yang berada di seluruh Balai RW se-Kota Surabaya baru saja diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai RW 7, Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.
Cak Eri, sapaan akrabnya, juga berharap keberadaan Sudut Baca tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Khusus dalam mendukung penyediaan ruang belajar bagi anak-anak Surabaya.
"Kalau Balai RW ada sudut bacanya, di situ ada anak-anak yang bisa mendongeng, anak-anak yang memiliki akhlak yang bagus, maka di situlah RW ada maknanya dalam sebuah kehidupan," katanya. Sabtu (9/3).
Selain itu, Cak Eri berharap warga Surabaya bisa terus bergerak dalam kebaikan, serta saling guyub rukun dan tidak meninggalkan budaya gotong-royong.
"Karena kota ini bagus bukan karena pemerintahnya, tapi karena masyarakatnya yang bersatu padu dan Khoirunnas Anfa'uhum Linnas (Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain)," kata Cak Eri.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya Mia Santi Dewi mengatakan bahwa keberadaan Sudut Baca merupakan upaya untuk meningkatkan fungsi pelayanan Balai RW bagi masyarakat.
Selain bertujuan untuk meningkatkan fungsi pelayanan Balai RW, juga sekaligus untuk meningkatkan minat baca dan sarana belajar bagi anak-anak.
"Jumlah total Sudut Baca yang telah beroperasi di seluruh Balai RW se-Surabaya ada 1.177. Setiap Sudut Baca itu dilengkapi dengan 25-50 buku," kata Mia.
Mia juga menjelaskan bahwa Sudut Baca tersebut sebenarnya sama dengan Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Tetapi jumlah koleksi buku di Sudut Baca Balai RW tersebut masih belum sebanyak TBM.
"Koleksi buku di Sudut Baca berasal dari sumbangan pegawai pemkot, perusahaan, penerbit dan yayasan," ujarnya.
Selain tempat untuk anak-anak membaca, Sudut Baca juga menyediakan berbagai macam kegiatan literasi yang menarik. Seperti program belajar mendongeng, menulis, parikan, hingga beragam event atau lomba terkait literasi.
"Semoga semakin banyak masyarakat, terutama anak-anak yang berkunjung dan memanfaatkan Sudut Baca di Balai RW sebagai tempat yang menyenangkan," harapnya. (Rofid)

