Berawal dari seorang santri Berguru Ke Kyai Mas Karnoto Di sebut ( Mas To ) Beliau Guru Sepritual Gus Sholeh Yang pertama, Jelang 1 Satu Tahun Gus Sholeh Pulang dari Perantaun Jakarta, Sambil Menekuni Ilmunya, Gak Lama Kemudian Ketemu Guru Yang Ke dua Yaitu Gus Swandoyo, Beliau pendiri Padepokan Pedang Sakti Alloh.
Beliau (Gus Sholeh) berguru kurang lebih 5 tahunan, dan selama itu beliau mengikuti semua aturan dan ajaran yang telah di tetapkan serta melakukan semua kegiatan - kegiatannya termasuk rutinan istighosah yang biasa dilakukan satu bulan sekali setiap malam Jum'at manis.
Tidak cukup hanya itu, beliau juga sering di ajak untuk mengambil benda2 pusaka (Penarikan benda ghoib) dan batu batuan yang dianggap mistis atau ada khoddamnya, dengan cara mendektesi benda tersebut melalui ilmu kanuragannya dengan harapan untuk memilikinya.
Seiring waktu berjalan, dari sekian banyak murid hanya beliau lah yang di tunjuk dan dianggap sudah mampu untuk melakukannya, beliau dapat tugas yang berat dan amanah dari Gus Swandoyo (gurunya) untuk melakukan tirakad jalan kaki dari rumah menuju makam para Wali Songo, tanpa membawa bekal apa pun, hingga pulang ke rumah lagi.
"Sebentar lagi ada tugas yang sangat berat buat kamu, karena dari semua santri - santri ku, hanya kamu yang mampu dan amanah dalam menjalankan tugas ini", ucap Gus Swandoyo didepan para santri - santrinya sambil menatap dan menunjuk beliau".
" Saya berani menyuruh pada kamu (Gus Sholeh), Sambungnya, Karena saya tahu, kamu pasti bisa dan mampu melakukannya, dan tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memulainya", jelasnya.
Singkat cerita, Dengan kerendahan hati dan keyakinan yang kuat dan disertai ke ikhlasan yang mendalam, beliau melakukan tugas tersebut dengan mengharap ridho Alloh dan gurunya serta kedua orang tuanya, hingga tugas itu pun terlaksana sesuai harapan Gus Swandoyo, pungkasan. (Heri P)


