Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Buntut Protes Bekas RPH Babi Menjadi Kawasan Kuliner di Surabaya, Wali Kota Lakukan Hal Ini

| Maret 09, 2024 | 0 Views Last Updated 2024-03-09T09:15:36Z


Surabaya - Laskar News, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat di Jalan Bolodewo No. 107, Kecamatan Semampir, Jumat (8/3). Wali kota ingin duduk bersama membahas penataan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan wisata religi Sunan Ampel.

Eri Cahyadi turut didampingi Camat Semampir M. Yunus, Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal, Camat Simokerto Noervita Amin, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya M. Fikser. Eri meminta kepada jajarannya untuk melibatkan para tokoh masyarakat saat mendata PKL di kawasan itu.

”Karena pemerintah kan nggak tahu, siapa saja yang berjualan di situ (Ampel). Nanti data itu (PKL) serahkan ke tokoh setempat,” kata Wali Kota Eri.

Menurut dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tidak bisa berjalan sendiri tanpa menggandeng tokoh masyarakat setempat dalam melakukan penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel. Selain itu, pemerintah juga harus terbuka dan dekat dengan masyarakat dalam membangun kota.

Eri menunjuk tokoh masyarakat wilayah Semampir Moch Sahlan untuk ikut serta membantu mendata PKL di kawasan wisata religi Ampel. Sahlan ditunjuk untuk ikut serta mendata karena ada kedekatan dengan para PKL di wilayah itu.

”Pemerintah itu nggak bisa harus meng-handle semua sendiri. Surabaya jadi baldatun toyyibatun warobbun ghofur itu bukan karena pemerintah sendiri. Kalau pemerintah mlaku ijen (jalan sendiri), ya nggak mungkin, nggak akan makmur,” ujar Eri.

Wali Kota Eri menambahkan, penataan kawasan wisata religi Sunan Ampel bukan hanya untuk pemkot, akan tetapi juga untuk kesejahteraan warga Kota Surabaya. khususnya di wilayah utara. Agar warga Kota Surabaya di wilayah utara makmur, dia ingin mewujudkan kawasan tersebut menjadi tempat wisata.

”Saya ingin mewujudkan itu (wisata). Kalau saya lihat wilayah utara itu nelangsa, karena apa? Kok bisa sebelumnya sampai nggak ada air PDAM. Sama nanti seperti di Kenjeran juga, kasih pegang (ke tokoh masyarakat) itu patung Suroboyo,” tambah Eri.

Setelah dilakukan pendataan ulang bersama tokoh masyarakat, dia berharap, semua pedagang ber-KTP Surabaya yang menetap di kawasan tersebut bisa masuk ke area yang telah difasilitasi Pemkot Surabaya.

”Kami siap membantu di lapangan,” ucap Sahlan. (Rofid)
×
Berita Terbaru Update