Surabaya - Laskar News, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sedang melakukan penataan kawasan Wisata Kota Tua. Kawasan yang mulai dilakukan penataan di antaranya adalah, Pecinan di Jalan Kembang Jepun Kya-Kya, Eropa di Jalan Garuda, hingga Wisata Religi Ampel.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, di kawasan wisata Eropa akan dilakukan pemasangan stone block (pemavingan). Setelah itu dilakukan pengecatan di akhir Maret.
"Kita membuat surat (sebelum mengecat) ke Kementerian BUMN ya, karena kan itu miliknya BUMN semua. Untung-untungan, nanti BUMN mau membantu juga pengecatan,” kata Wali Kota Eri, Seperti yang dilansir dari Jawapos.com. Jumat (23/2).
Di kawasan Pecinan Kya-Kya, Wali Kota Eri ingin, instalasi listrik ditata lebih rapi. Sehingga kawasan itu tertata tanpa tiang dan kabel listrik.
”Aku pengen ngedukno listrik (saya ingin menurunkan listrik), jadi listriknya berada di dalam nanti (di bawah tanah), nggak nangkring lagi di sepanjang Kya-Kya,” papar Eri.
Wali Kota Eri juga ingin melakukan penataan di kawasan Perak Timur di sekitar Pasar Pabean Surabaya. Dia meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Tundjung Iswandaru dan Camat Pabean Cantikan Muhammad Januar Rizal melarang truk parkir sembarang di sekitar pergudangan Perak Timur.
"Jangan sampai ada truk yang parkir, kalau nggak ada pabriknya di situ jangan parkir di situ, dicarikan parkiran. Jangan lupa ditambah PJU (penerangan jalan umum) biar terang,” sebut Eri.
Bukan hanya menata kawasan, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu juga ingin, setelah ditata ulang, pedagang di area tersebut dibuatkan tempat yang layak. Sehingga kawasan itu nyaman digunakan sebagai tempat wisata.
”Pedagang-pedagang iki dataen, kek ono rombong sing apik (didata, dikasih gerobak yang bagus). Jadi biar orang kalau datang ke sini, mau makan, ada tempat parkirnya,” tutur Eri.
Dia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya membuatkan saluran air atau crossing mengarah ke Sungai Kalimas. Tujuannya, agar sirkulasi air buangan dari Pasar Pabean tidak menyumbat dan terjadi banjir di kawasan tersebut.
”Nanti (DSDABM) tolong salurannya, gotnya langsung dibuang ke kali. Crossing digawe rodok gede (dibuat agak besar). Dadi ben (biar) nggak banjir,” ucap Eri.(Hpr)

