Surabaya LASKAR NEWS. Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan insiden tragis di sebuah apartemen di Surabaya Barat pada Senin (2/3/2026) siang. Dua petugas pembersih kaca gedung (gondola) terombang-ambing di ketinggian Tower D2-Waterplace Residents Surabaya, Lakarsantri.
Akibatnya, satu pekerja meninggal dunia, sementara satu lainnya selamat dengan luka-luka. Insiden ini terjadi sekitar pukul 14.12 WIB.
M. Rokhim, Kabid Pemadam Kebakaran Surabaya, menjelaskan bahwa satu pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi sadar dan segera dilarikan ke RS William Boot.
Jadi yang satu sudah terevakuasi, dibawa ke rumah sakit. Alhamdulillah kondisi masih sadar," kata Rokhim.
Pekerja yang meninggal dunia masih dalam proses evakuasi dari lantai 25 saat berita ini diturunkan. Rokhim memastikan kedua korban berada dalam satu gondola ketika cuaca memburuk secara tiba-tiba.
Diduga kuat, angin kencang menjadi penyebab utama insiden ini. Meskipun telah dilengkapi alat keselamatan kerja, korban diduga terpelanting akibat kuatnya hembusan angin.
Angin kencang ini. Angin kencang sekali sama hujan tadi ini," tutur Rokhim.
Ekky Maulana dari Command Center 112 Surabaya menambahkan bahwa evakuasi selesai sekitar pukul 17.25 WIB. Kedua pekerja sempat terombang-ambing di ketinggian lantai 26 sebelum kejadian nahas.
Menurut Ekky, awalnya ada dua gondola yang menggantung. Gondola pertama berhasil turun dengan selamat, namun gondola kedua terhenti di lantai 26.
Menurut informasi, awal mula ada 2 unit gondola yang menggantung dan gondola yang pertama berhasil turun hingga lantai dasar. Namun untuk gondola yang kedua pada saat berada di lantai 26 terhenti tidak bisa turun ke bawah dikarenakan sudah terpontang-panting akibat angin yang kencang disertai hujan lebat," ujarnya.
Korban meninggal dunia bernama Eddy Suparno (51), warga Tambak Wedi Baru 7/16 Surabaya. Sementara pekerja yang selamat adalah Ribut Boediyanto (56), warga Tambak Wedi Baru 8/73.
Rokhim menjelaskan bahwa para pekerja sebenarnya sudah bersiap untuk turun karena cuaca mendung, namun angin kencang datang lebih cepat dari perkiraan.
Pekerja yang sedang membersihkan di Apartemen Ascot ini tadi sebenarnya dia sudah mau turun karena mendung, tapi dia nggak nutut (tidak sampai)," ujar Rokhim.
"Akhirnya kena angin tadi dan ada yang terlepas dan itu tadi sebagaimana yang di video itu, mereka membutuhkan pertolongan. Tim kami dari unit Rescue di sini bersama-sama dengan tim yang ada di sini dan juga ada BPBD mengevakuasi korban," imbuhnya.
Rokhim menambahkan bahwa total pekerja gondola lebih dari dua orang, namun hanya dua yang berada di atas saat kejadian.
Kedua pekerja sempat bergelantungan sekitar 15 menit sebelum tim penyelamat tiba. Rokhim menduga Eddy Suparno telah meninggal dunia sebelum petugas datang.
Saat proses evakuasi, area sekitar apartemen dipadati warga dan petugas gabungan dari berbagai instansi.
(Masykur)
