Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Iklan

Hosting Unlimited Indonesia

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Yang Terjadi saat Putra Mbah Hamid Pasuruan Dipukuli Pengasuh Pesantren

| November 26, 2024 | 0 Views Last Updated 2024-11-26T11:40:32Z


Surabaya - Laskar News, Di dunia pesantren, kisah-kisah tentang kewalian sering kali tidak hanya menjadi cerita spiritual, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang dalam. Salah satu kisah menarik terkait dengan Mbah Hamid Pasuruan, seorang ulama yang dikenal karena keilmuan dan kewaliannya.

Kisah ini bermula ketika putranya, Gus Nukman, dipukuli oleh pengasuh pesantren tempat ia menuntut ilmu, Selasa 26/11/2024.

Pada masa itu, Mbah Hamid memondokkan Gus Nukman di Pondok Pesantren Darul Hadis Malang yang diasuh oleh Habib Abdullah bil Faqih. Pondok ini terkenal dengan disiplin yang ketat dan pengasuhan yang keras, yang dimaksudkan untuk mendidik santri menjadi pribadi yang baik.

Namun, siapa sangka, meskipun Gus Nukman datang dari keluarga terhormat, pengasuh pesantren tersebut tidak mengetahui latar belakang Gus Nukman.

Gus Nukman, yang dikenal dengan sifat nakalnya, beberapa kali terlibat dalam tindakan yang melanggar aturan pesantren. Pada akhirnya, hal tersebut membuat Habib Abdullah bil Faqih harus turun tangan.

Dikutip dari tayangan video di kanal YouTube @karomahislam, Habib Abdullah memanggil Gus Nukman untuk diberikan nasihat, berharap agar santrinya itu bisa berubah menjadi lebih baik.

 •Dihukum Dipukul Pakai Batang Bambu Kuning Muda•

Namun, meski sudah diberi nasihat, Gus Nukman tetap saja tidak menunjukkan perubahan. Tindakannya yang nakal membuat Habib Abdullah terpaksa memanggilnya untuk kedua kalinya. Kali ini, hukuman pun diberikan, berupa sabetan menggunakan bambu kuning yang masih muda.

Hukuman tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pembelajaran bagi Gus Nukman agar dia bisa mengubah perilakunya.

Namun, setelah hukuman itu diberikan, sebuah kejadian aneh terjadi. Beberapa hari setelah hukuman itu, Habib Abdullah bil Faqih mengalami mimpi yang sangat mengganggu.

Dalam mimpinya, ayah dari Habib Abdullah muncul dan berkata, "Nak, putra itu bukan anak sembarangan. Itu adalah anak Mbah Hamid, yang merupakan wali abdal. Apa kamu tidak takut Kualat?"

Mimpi tersebut membuat Habib Abdullah terkejut dan ketakutan. Pesan yang diterimanya begitu jelas: Dia telah melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan terhadap putra seorang wali.

Beberapa hari setelah mimpi tersebut, Habib Abdullah kembali bermimpi, kali ini bertemu dengan Mbah Hamid. Dalam mimpi tersebut, Mbah Hamid sedang menuju pintu surga, namun Habib Abdullah tidak bisa menyentuh atau menggapainya.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Habib Abdullah memutuskan untuk menemui Mbah Hamid secara langsung. Ia datang dengan penuh rasa penyesalan dan meminta maaf atas kejadian yang telah terjadi. Habib Abdullah ingin mendapatkan kejelasan dan meminta maaf atas perbuatannya yang mungkin telah melukai perasaan seorang wali.

Mendengar cerita dari Habib Abdullah, Mbah Hamid terdiam sejenak. Mbah Hamid, yang sudah lama dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh kebijaksanaan, akhirnya menangis. Mbah Hamid merasa malu, bukan karena permintaan maaf itu, tetapi karena rahasia kewaliannya yang seharusnya tetap tersembunyi, kini terbongkar.




Reporter : D. Sujoko
Editor      : Eko SH
Sumber   : Liputan6
×
Berita Terbaru Update